KALAH???

Ketika saya merasa kalah, benarkah sungguhnya saya telah kalah? Memangnya apa hakikat kalah hingga seseorang yakin bahwa dirinya telah kalah?.

Itulah pertanyaan yang sering saya ulang-ulang dalam diri saya ketika suatu saat saya merasa kalah. Tapi betulkah saya telah kalah? Dan betulkah mereka yang saya anggap menang telah menang? Lalu apa sebenarnya yang disebut menang?.

Saya pun mulai membaca tentang kekalahan dan kemenangan di dunia ini dalam ragam cuaca dan akhirnya menyimpulkan sesuatu:

Ketika kau masih bertemu pagi, Helvy,

dan kau putuskan untukberdiri menghadapi,

berjuang dengan hati di jalan illahi,

bukan demi dirimu sendiri.

Maka saat itu, Helvy

kau telah mengakhiri hari

dengan satu lagi kemenangan sejati

Saya pun tercenung dalam dan mengerti, bahwa ternyata saya tak pernah benar-benar kalah, meski mungkin belum sampai menang.”

nb: well,,, tulisan mbak Helvi iki bener2 siiiiip,,,, lah!!!

thank bgt dah bwt mbak Helvi.  suwun sing wakeh ya mbak,,,,

kira2 kpn ya,,, bisa ngobrol bareng,,,????

                            

unvoiceable,,,

“Bermimpilah, dan Tuhan akan memeluk mimpimu”. Itu tulisan yang aku temukan pada pembatas buku salah satu novel karya Andrea Hirata. Em,,, percaya ga’ percaya se,,, dengan kata-kata itu. But, u know? I feel that. and I know, aq berada dalam proses menuju kesana. Entahlah itu logis atau tidak, tidak begitu penting untukku. Karena aku pikir tidak semua hal itu harus logis. Entah merupakan suatu kebetulan atau tidak aku juga tidak tahu. Yang pasti aku merasakan bahwa aku merasakannya.
    Mungkin ada benernya juga bahwa kehidupan itu ibarat susunan mozaik. Masing-masing manusia punya kebebasan untuk menyusun dan menentukan gambar besar pola mozaik seperti apa yang ingin mereka ciptakan. Alhamdlillah,,,,Thank God banget dah! cz nggak da manusia yang  benar2 tau apa yg bakalan terjadi di hari depan. Aku nggak bisa bayangin, klo aku tau apa yang bakal terjadi esok hari, mungkin aku nggak bakal bisa tersenyum ato tertawa haha hehe, sespontan seperti yang biasanya keluar.   
    Hm,,, bermimpi. Terus terang, aku sendiri tidak tahu sejak kapan mimpi ini tumbuh subur dalam alam bawah sadarQ. Mimpi yang menurutku luar biasa. Inget banget ketika aku masih duduk di bangku SD, yang mungkin pada saat itu pertanyaan tentang ‘apa-cita-citamu?’ Masih terlalu abstrak untuk dijawab, walau bukan berarti pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab oleh anak-anak usia SD.
    Well, sebenernye  I really don’t know exactly what has been happening in me. One thing that I know, I’ve been changing, bermetamorfosis (alah!).<semoga kalimat barusan nggak kacau> Aku nggak tau kapan tepatnya ini bermula. Yang pasti dalam kurun waktu satu tahun ini, aku merasakan banyak hal yang terjadi padaku, and I know, I feel the changing. Banyak sekali hal-hal tak terduga yang terjadi, hal-hal yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Well,,, tapi kerja belum berakhir,  belum apa-apa. Bahkan ini mungkin baru permulaan.
    Allah,,, jadikanlah aku orang bermanfaat bagi lingkungan sekitarQ, tetapkanlah hati ini untuk selalu istiqomah di jalanMu. Jadikanlah aku seorang pembelajar, jadikanlah aku hamba yang selalu ingat kepadaMu. Allah,,, aku sadar, bahwa tidak ada daya untuk menjauhi kejelekan, dan tidak ada kekuatan untuk melakukan kebaikan, kecuali atas izin dan kekuatan yang Engkau berikan, karena itu ya Allah lindungi dan bimbinglah hambaMu yang lemah ini.

-

cuman pengen nulis ini tok.
pfeefh (@_@)!,,,
SEMANGAT, SEMANGAT, SEMANGAT!!!
CHAYO, CHAYO, CHAYO!!!
FIIIIIGHT!!!,,,,,

",,, ,,, ,,,"

tulisan ini bukan untuk dibaca. cuma sekedar sampahan (mungkin). cz, aku hanya mampu berbisik lirih dalam cekat, "saudari-saudariQ terpasung,,,!".
tentang angel n demon?, ah ternyata lebih kompleks dari sekedar masalah angel n demon. sumprit, suer, aku belum paham.

Tuhan,,, ajarilah aku memahami ayatMu, bahwa "Engkau tidak akan merubah nasib suatu kaum, selama kaum itu tidak berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri".
lantas,manakah yang harus terpegang?, "manusia yang merencanakan, Tuhan yang menentukan" atau "Tuhan yang merencanakan, manusia yang menetukan"?
hmm,,, jangan-jangan hal itu bukan sebuah pilihan, dan memang tidak untuk dipilih,,, So???

[Sesuatu yang (mungkin) nggak penting yang muncul sebelum dosen masuk kelas.]

<070408;07.30 am>

Ga’ tau knp, barusan pas aq lihat salah satu temenku yang masuk kelas sambil bawa buku yang tebelnya nauzdubillah, aq langsung sumpek,,, ajah. Padahal, aku lo juga punya labih dari dua buku yang jenis begituan. ‘Teks-Buk’ (tulisan aslinya Text Book) referensi wajib kuliah.

(argghg!!!,,, mulai lagi neh otakQ kumat)

Sebenernya bukan maksud apa2 se sama temenku yang tadi. Dan sama sekali nggak ada yang salah dengan buku itu. Hanya saja ketika aku membayangkan diriku di adegan tadi, yang terlihat entah menyeramkan atau malah ridiculous.

Membawa Text Book (bc: buku tebal) nan berat itu, seolah-olah menunjukkan pada dunia, ‘Ini Low Mahasiswa,,,’ sambil mbatin “Liat Neh,,, BukuQ Tebal Euy. Perlu usaha keras low untuk MEMBUKA buku ini,,, apalagi yang pake bahasa Inggris” (PENJELASAN: mbuka buku aja prlu usaha keras, gimana ngebacanya yak,,,??. *manggut-manggut takjub*).

Dan tiba-tiba muncul sosok lain yang mirip banget ma diriku, kecil mungil ada sayapnya (ceritanya biar mirip kayak sinetron yang tokoh utamanya ditemui oleh peri kecil, replika dirinya), ia menimpali, “emang kamu tau apa isi buku yang kamu tenteng2 itu wahai nona KYY? Emang apa yang kamu dapet dari buku itu?, dah nangkep ceritanya kah?, sayang low,,, kalo buku itu cuman buat hiasan. Garing euy,,, Cuma bikin lengan pegel, (akibat efek menggendong). Belum lagi kalo dimasukin tas, wes,, malah bikin tas jadi gampang rusak pula”

[arrgh,,,,!!! MENYEBALKAN!!!] dan aku terbangun dari lamunan ketika Bu dosen memasuki kelas. Hi,,, (bergidik ngeri).

D’ Monolog of Me at this dey, Monday 070408.

Seru sekali hari ini. Diawali dengan kuliah Psi. Anak yang biasa ajah.

DJ I : Well, ndak terasa UTS dah di depan mata. Dua minggu lagi, yup, DUA MINGGU LAGI.

(Pertanyaannya kemudian)

DJ II : “So What???”.

DJ I : No what2 se sebenernye,,, hanya saja,,, kadang pura2 syok, dan pura2 kaget dengan menyeletukkan kalimat yang nggak penting seperti: “lha! Cepet banget yak!, perasaan kita belum kecantholan apa2 deh “.

(Terus, celetukan yang lain menimpali gini)

DJ II : “emang ngaruh yak, tentang nyanthol ato ga’ nyanthol????”.

(Dan bagian kecil dari hatiku [yang mungkin paling sering terabaikan] yang lain hanya mengucapkan do’a tulusnya)

DJ III : ”Ya Allah tunjukkanlah jalan lurusMu pada satu makhluk yang nggak-sip-tapi-KYY ini”.

***

Tempo2 yang lain, kadang aku ndak sengaja nemu pertanyaan gini :

DJ I : “apa iya ce, materi2 kuliah yang di berikan di Indonesia khususnya di fakultasQ, dan umumnya di semua fakultas psikologi universitas2 se Indonesia Raya tercintah ini, terlalu banyak dan ga’ fokus pula. (walau sebenernya mungkin itu juga terjadi sejak dari pendidikan SD, SMP, dan SMA)?”.

DJ II : Hmmh,,,!, rasa-rasanya ce iya banget. Yang sering terjadi satu materi belum nyanthol, eh,,, udah dipaksa u/ nyantholin materi yang lain.

DJ I : ah,,, kamu ini, ngeles aja bisanya. Jangan-jangan kamunya ajah kali yang lemot,,,??

DJ II : MUNGKIN BGT,,,!!!, sampe piuzing aku. Alih-alih belajar ‘yg- disebut-ILMU-PSIKOLOGI’, tapi yang didapet malah bukan Ilmunya, melainkan kelelahan lahir batin karena efek ‘proses- belajar-kejar-tayang’, tanpa tau apa manfaatnya. Meaningless,,,

DJ I : saknone rek,,,

(Dan bagian kecil dari hatiku [yang mungkin paling sering terabaikan] yang lain hanya mengucapkan do’a tulusnya)

DJ III : “astaghfirullah,,, Ya Allah kembalikanlah makhlukMu yang Dhaif ini kembali menuju jalanMu”

***

D’ Dynamic of Me at That Dey. (Thursday, 03th of April)

<07.45 am, dikelas Dinamika Kelompok>

Apa bedanya bebas ma merdeka?,,, [well, sebenarnya pertanyaan itu dah nongol dari kemaren2 se,,, cuman, aku aja yg nggak begitu menghiraukan. Eh,,, ternyata pada akhirnya terlontar juga. (walopun now still haven’t found d’ answer yet dan mungkin juga itu bukan sesuatu yang penting untuk dijawab,,,)

<08.15 am, masih di kelas yg sama>

Pilih mana independency/interdependency??, emm,,, tergantung kebutuhan de kaya'e,,,

<08.20 am, kuliah iki udah mulai ngeboringin. Di bawah ini hanya sekedar INTERMEZZO>

Yup, I know I’ve been Changing

Aku detik ini, bukanlah aku yang satu detik lalu

Aku akan selalu bertumbuh

Setiap detik, aku bukanlah diriku yang lalu

Being D’ New Me,,,

***

Kuliah Dinkel akhirnya selesai juga (sekitar pikul 09.00am). PerutQ rasane keroncongan. Niatnya ce, hari ini aku pengen puasa, tapi  keinginan untuk makan bakso yang tersimpan hangat dlm ‘mejik-jer’ di kos-kosan dengan sukses menjebol benteng pertahananQ. Perut melilit (karena semalem aku nggak sahur) semakin menguatkan aku untuk tidak meneruskan Niat BaikQ untuk latihan Prihatin (bc: puasa). Yah,,, beginilah nasib orang –orang yang kurang sip melawan godaan. So aku pulang ke kos dech,,,

***

            Makan udah selesai, jam dinding kamar kosQ menunjuk pukul 10.45 am. Itu berarti 45 menit lagi aku ada kuliah Psikometri. Ngerasa 45 menit kedepan itu waktu yang lumayan panjang. Akhirnya aku tergoda untuk meletakkan kapalaku yang sedari tadi udah cemut-cemut ria, di atas bantal yang kelihatan empuukk,,, dan nyamaaan,,, bgt.

Aku setel alarm Hp di angka 12.15. dan,,, beberapa detik kemudian aku sudah tidak di kamarku lagi. Entahlah aku ndak tau dimana, dalam keadaan itu, aku juga masih merasakan kepalaku semakin luar biasa ngilu dan cemut-cemutnya, seakan-akan dunia sekitarku berputar sangat cepat. Kalo’ aku coba gambarkan, rasanya tuh kayak aku ada dalam sebuah gasing yang sedang berputar. Poko’e piuziiing bgt. Sampai akhirnya aku geragapan terbangun dg tiba-tiba.

Jam di dinding menunjukkan pukul 11.35 am, yang artinya, kuliah psikometri (harusnya) dah dimulai 5 menit yang lalu. Terhuyung-huyung aku bangun. Diam sejenak, njejekin kaki dengan mata yang masih ‘riyep-riyep-belum-being-100%’. Ah tiba-tiba, perasaan males berangkat ngampus nongol tanpa permisi. Semenit-dua menit hatiku perang. Berangkat-enggak-berangkat-enggak-berangkat-enggak. Dan akhirnya aku putuskan, aku nggak berangkat, alias Membolos!. Hmmh,,, (tarik nafas dalem bgt) Huh,,,!, entahlah,,, setan apa yang merasukiku. Bukan karena mata kuliah psikometri yang membuatku membolos. Bukan karena itu. Aku merasa il-feel aja. Yup, il-feel. Ini adalah kesekian kalinya aku ambil jatah MembolosQ di awal semester ini. Aku mengambil 9 mata kuliah, dan di 5 mata kuliah, jatah membolosku udah berkurang satu. Beberapa temanQ juga sempet komentar, “Mbolos Lagi Jey,,,???!!, anak ini kenapa se??”. dan aku cuman nyengir, dan mbatin “nyenengin ati, kali??”

            Ya Allah, maaf karena waktu (kesempatan) yang Kau beri kurang bisa aku manfaatkan (u/ psikometri) kali ini.

            Ayah, ibu’ maaf, uang kuliah yang kalian bayarkan (Rp 600rb/ semester), sedikit terselewengkan & terbuang karna aku membolos.

            Maaf juga (bwt DiriQ DW), myb kali ini kamu nggak bisa dapat info yg diberikan oleh bu/pk dosen (matkul psikometri) . walopun aku tw kamu sebenernya bisa dpt info-info itu selain dari ruang kelas 307 GB.

            AKU PUSING!. (entahlah, apakah itu bisa jadi alasan yang tepat).

*** &&& ***

yes! skor pelajaran nulisQ masih dapat 'E'

well, well, well,,,

ya gitu dech, after berpusing-pusing ria, dalam tekanan batin dan pikiran karena mbulet DW (halah!), akhire,,, selse juga. walaupun kalau boleh bilang hasil jadinya sangat tdk oke.

tapi seenggaknya, aku dah nyoba (hiks, ga' puas bgt,dan mekso, sumprit!, kalimat barusan ntu cuman bwt penggembira ajah)

jadi ingat dialog pas aku aku 'nyampah' ke salah satu tmnQ di hari pengumpulan itu (untung aja temen ku satu ini dah kebal ma sampah2Q, thanks Sist!).

"sdra,,,setuju ga' dg pernyataan iki 'orang yang udah niat belajar, maka dia juga kudu udah siap dg semua risiko yg bakal muncul, termasuk merasa malu atau mungkin dipermalukan', gmn?", tanyaku.

"emm,,, setuju2 aja".

"pernah ga' merasa malu ato dipermalukan pas belajar?"

"pernah,,,(bla,,bla,,bla,, cerita pas masa kecil)"

"pilih mana di permalukan atau nggak dihargai?"

"em,,, kalo aku kayak'e lebih mending dipermalukan kali yak, soale dg dipermalukan itu, menurutku malah bisa bwt motivasi kita nambah, kalo nggak dihargai,,, emm,,, mungkin kayak hermione tu low,,(mengingatkan aku pada nasibnya hermione pas ga' di gubris prof. Snape)kan nggak enak bgt,,"

"sdra,, misalnya pn di hadapkan pada orang yang gampang meledak-ledak, nggak ngregani orang, merasa bener DW, mudah panik, pyn gmn?"

"ni dalam konteks yg gmn, posisinya dia sbg apa, n aku apa?"

"konteks pas deadline, kerjaan blm sempurna, n pyn sbg center"

" (bla, bla, bla,,,panjang lebar)"

kemudian lanjut pada diskus reflektif.

"yap, sekarang aku tanya ke kamu, pelajaran apa yang kamu dapat dari kasusmu iki?"

(lha!?) "em,,,yang pasti pelajaran nulisku masih belum oke, blum bisa bner2 'down 2 eart', kudu belajar lebih teges kali ya,,tapi,,, nek misalnya aku diadepin ma org yg uring-uringan kaya'e aku masih oke lah u/ ttp stay calm,, (ow,, iya, ya. manggut-manggut dalam ati cz baru nyadar),udah kali".

"nggak ada lagi? tambahan?"

"untuk kali ini ky'e ckup deh".

"oke aku ulangi yak, yg kamu dpt tuh (bla, bla, bla,,,). tau nggak dari sini aku juga belajar low,,ttg gmn menjalin interpersonal relationship,ttg gmn menghargai orang, dan nggak cmn ,menyalahkan orang lain ato diri DW, dan mungkin ini juga bisa ngurangi kecenderungan 'suffering' n 'self-blame' mu to?, n aku pikir pilihanmu kemaren ntu oke ko', ttp semangat ya Jey,,,(senyum sambil nepuk2 aku), pulang yuk"

akhirnya kita pulang bareng, percakapan masih berlanjut sepanjang perjalan. dan aku masih dg belukar yang malah semakin bertambah di kepala. Huh,,!(membuang nafas n mbatin), "yup belajar, belajar, belajar DJ,,, santey ajey non,,,bukankah dunia memang nggak nyediain dirinya bwt bikin manusia seneng2an, ya to?. well, tp kan kita masih bisa milih, bikin idup lebih idup, ato sebaliknya, So, keep Smile,,,n CHAYOOO!!!! 4 d' Next Job,,,!!!".

ternyata tertawa itu nular.

ketika disebelah kita ada orabg menguap biasanya kita pun bakal ikutan nguap beberapa detik setelah orang tsb finish. ternyata fenomena itu ga' cuman berlaku bwt nguap aja low,,,. ternyata tertawa juga punya efek yang sama kyk nguap, that is ngebikin orang yang ada di sekitar juga ikut2an berhihihi/berhahaha ria, minimal mesem lah.

ga' percaya, eits, sekedar info, pembuktian akan hal iki tidak dipungut biaya sepeserpun low,,, jdi selamat mencoba.

nb: nantikan 'ternyata tertawa itu nular (2)'. :)

 

Lagi2 Scorization Syndrome

UAS dah kelar. Lihat nilai yang keluar juga udah. Well, lagi2 ternyata Scorization Syndrome masih nampak begitu kuat mengakar dalam kepala manusia2 ini.

Hemh,,, bukan salah bunda mengandung memang, hanya saja masalahnya, gejala syndrome satu ini udah mulai membayangi kepala manusia2 ini sejak jaman manusia balita. Dan parahnya, banyak manusia yang telat sadar bahwa dia di tempeli syndrome iki, tau-tau udah akut ajah, pokoke.

Em,,, nek mau mirip-miripin, syndrome ini nurutQ mirip kayak benalu dech. (embuh dari mananya, hehehe). Cuman gimanapun juga masih kasihan tumbuhan drpada manusia. Soale tumbuhan kan ga’ bisa ngapa-ngapain ketika di tumbuhi benalu. Hanya pasrah menunggu bantuan manusia untuk menggorok akar benalu dari cabang atau rantingnya. Tapi itu pun juga cenderung berlaku cuma pada tumbuhan2 holtikultura. Terus bwt tumbuhan yang da di pinggir-pinggir jalan dan hanya tumbuhan ‘teri’an’ (tumbuh DW/g’ da yang nanem), sapa juga yang mau menggorok benalu yang nempel di dia. Ibarat jelangkung, benalu di tumbuhan semang tuh datang tak di undang, tapi pas pulang merampas kehidupan si semang.

Lha, sedangkan manusia, dia masih punya kemungkinan ‘sadar-ditempeli-nih-syndrome’ yang jauh lebih besar toh. Se-akut-akut-nya sindrome iki nempel di kepalanya manusia, manusia masih bisa meng-‘go to hell’-kan penyakit iki, bahkan sampe akar-akarnya pun bisa ditebas habis.

Tapi lagi-lagi, what a pity, manusia-manusia ini. Entahlah. Apakah karena belum berada dalam kesadaran penuh atau gmn. Soale, sejauh yang tak amati (cie,, macak dadi pengamat euy!) masih banyak orang yang sadar, tapi belum tau gimana lepas dari syndrome ini. Entahlah maneh. Beberapa alasan yang kerap tak dengar tu kayak gini:

“ ya mau gimana lagi, wong orang lain (orang tua, keluarga, teman, lapangan pekerjaan<pasar>, etc) masih cenderung lihat kita karena skor yang kita dapet ko’” .

“mau ga’ mau, kita tuh udah terkondisikan seperti ini, sulit untuk mengelak”.

“ gimanapun juga kulit yang bagus itu penting”.

Weleh, weleh, weleh,,, pening aku, pening aku, macam mana pula nih maaak,,,,!!! (pake gaya si poltak raja minyak dari medan yang nepuk nepuk jidat).

N all I can do just hope n pray, moga-moga aja manusia2 ini segera bisa semakin baik melihat skor dan value sesuai kadar/ proporsinya.

Semoga aku juga.

My Photo
Powered by Friendster Blogs

Recent Comments

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31